SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan istigasah dan doa bersama di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Kamis (22/10/2026). Upacara dan rangkaian acara yang biasanya dilangsungkan di lapangan terbuka terpaksa dipindahkan ke dalam ruangan demi menjaga kesehatan para santri dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam sambutannya, Bupati Kotim menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan wujud penghormatan atas jasa ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan melalui Resolusi Jihad 1945. Di era modern, santri didorong untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor teknologi, sains, dan ekonomi kreatif demi mewujudkan generasi emas yang berakhlak mulia serta mandiri.
Terkait kondisi lingkungan, Bupati menyampaikan bahwa musibah kabut asap dan kemarau panjang yang melanda daerah merupakan ujian sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga alam. Pemerintah daerah bersama unsur terkait telah berupaya maksimal memadamkan titik api, termasuk melalui penerapan teknologi modifikasi cuaca. Namun, ia mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sehingga seluruh elemen masyarakat diajak untuk memperbanyak doa memohon turunnya hujan yang penuh rahmat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak para santri untuk terus belajar, menjaga kerukunan, serta mengamalkan nilai hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman demi membangun Kabupaten Kotawaringin Timur yang lebih maju.