SAMPIT – Nuansa religius menyelimuti Ruang Pamer Utara (Hall) Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit pada Jumat malam (16/1). Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan menghadirkan Guru Besar IAIN Palangkaraya, Prof. Dr. Hamdanah, M.Ag, sebagai penceramah utama.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran alim ulama, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara serta jamaah yang memadati area Hall PPM. Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati Kotawaringin Timur diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Yolanda Lonita Fenisia, untuk menyampaikan sambutan resminya.
Dalam arahannya, Yolanda menekankan bahwa esensi Isra Mi’raj adalah transformasi diri menuju akhlak yang lebih baik. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada pembangunan moral masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk tidak hanya memahami sejarahnya, namun juga mengimplementasikan nilai-nilai keimanan, keikhlasan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Yolanda saat membacakan sambutan Wakil Bupati Kotim.
Ia juga menambahkan bahwa momen ini harus dijadikan sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, terutama dalam menjaga konsistensi shalat sebagai tiang agama. Pemerintah berharap nilai-nilai yang dibawa dari peringatan ini mampu menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Kotim.
“Saya berharap masyarakat semakin termotivasi untuk meneladani akhlak Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, menjaga toleransi dan berkontribusi aktif dalam menjaga keharmonisan daerah kita,” tegasnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Prof. Dr. Hamdanah, M.Ag. Dalam ceramahnya, Guru Besar IAIN Palangkaraya tersebut mengupas tuntas hikmah perjalanan agung Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membangun Kotawaringin Timur yang lebih religius, damai dan berakhlak mulia.