Sholat Istisqa di Halaman Pemda Kotim, Momentum Menundukkan Hati dan Memohon Rahmat Allah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Sholat Istisqa dengan mengangkat tema “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT”, Kamis, 27 Agustus 2026, di Halaman Pemda Kotim.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, S.H., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kotim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim, serta masyarakat.

Sholat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan, khususnya di tengah kondisi kemarau dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Kotawaringin Timur.

Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk berserah diri kepada Allah SWT sekaligus memohon agar daerah Kotim diberikan hujan dan terhindar dari berbagai musibah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta agar mudah-mudahan kita diberikan hujan, karena belakangan ini kita dihadapkan dengan cobaan karhutla yang masih sampai sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi karhutla yang terjadi juga dapat menjadi bahan introspeksi bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Alam perlu dijaga dan dirawat agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyadari bahwa upaya menghadapi berbagai bencana tidak hanya membutuhkan ikhtiar manusia, tetapi juga doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Dan mungkin saja ini teguran agar kita lebih bisa menjaga alam kita dan merawatnya. Kita juga sadar perlu melibatkan yang ada di atas,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa ini, Pemkab Kotim berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kondisi kemarau serta mengurangi potensi terjadinya karhutla.

Kegiatan yang turut diikuti Forkopimda Kotim tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta bersama-sama meningkatkan upaya pencegahan karhutla.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menghadapi kondisi kemarau dan berbagai potensi bencana yang dapat terjadi.

Comments (0)
Add Comment