Status tanggap darurat karhutla diperpanjang, Bupati Kotim evaluasi efektifitas penangan karhutla

Sampit – Bupati Kotawaringin Timur mengevaluasi efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena asap masih menyelimuti kawasan perkotaan (. Indikator keberhasilan utama yang ditetapkan adalah kelancaran jadwal penerbangan di bandara serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi para siswa.
Berdasarkan laporan Perwira Pengendali (Padal) dan para camat, wilayah utara Kotim secara umum relatif aman. Fokus utama penanganan saat ini berada di wilayah selatan. Angin dari arah timur membawa asap kiriman dari beberapa lokasi, seperti Kecamatan Seranau, Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.

Kendala utama dalam pemadaman adalah lokasi titik api yang sulit diakses dan terlalu jauh dari sumber air. Selain itu, metode pemadaman yang sebatas memadamkan kobaran api luar tanpa pendinginan tuntas. Begitu api tampak padam, tim kerap berpindah lokasi, sehingga asap masih terus mengepul atau bahkan api dapat kembali menyala.

Untuk memutus siklus pemadaman berulang, strategi difokuskan pada tahap pendinginan hingga api benar-benar padam total. Langkah penanganan yang akan ditempuh meliputi:
* Penambahan Peralatan & Sumber Air: Memperbanyak mesin pompa air (alkon) dan pembuatan embung untuk menjamin ketersediaan suplai air.
* Pembagian Shift Kerja: Mengatur pembagian regu penyuplai air antara malam dan siang hari guna mengantisipasi tiupan angin malam yang kencang.
* Penghargaan: Memberikan apresiasi bagi instansi dan perusahaan yang aktif berkontribusi dalam pemadaman.

Melalui langkah-langkah evaluatif ini, pemadaman diharapkan menjadi lebih efektif, terarah, dan efisien.

Comments (0)
Add Comment