Pemkab Kotim Gelar Sosialisasi Ketaspenan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi PNS Purna Tugas 2026
Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan Sosialisasi Ketaspenan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas tahun 2026, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Balai Diklat Aparatur BKPSDM Kabupaten Kotim.
Acara tersebut dihadiri dan diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muslih, S.T., M.A.P. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan para PNS menghadapi masa pensiun secara lebih mandiri dan produktif.

Dalam sambutannya, Muslih menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur ingin memastikan para aparatur yang telah mengabdi selama bertahun-tahun tetap memiliki bekal setelah memasuki masa purna tugas.
“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur hadir untuk para purna tugas. Melalui kegiatan ini, kita memberikan pelatihan kewirausahaan agar setelah pensiun nanti mereka memiliki bekal untuk melanjutkan kehidupan. Paling tidak, bagi yang belum memiliki rencana pekerjaan, mereka bisa memulai usaha baru sehingga aktivitas kehidupan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari kesempatan baru untuk mengembangkan potensi diri di bidang lain, termasuk dunia usaha. Oleh karena itu, pembekalan seperti ini dinilai penting agar para purna tugas tetap percaya diri dan siap menghadapi perubahan fase kehidupan.
Kegiatan sosialisasi ketaspenan juga memberikan pemahaman terkait hak dan manfaat pensiun, sehingga para peserta dapat mengelola masa pensiun dengan lebih terencana. Sementara itu, pelatihan kewirausahaan difokuskan pada pemberian motivasi, wawasan peluang usaha, serta keterampilan dasar yang dapat langsung diterapkan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para PNS yang akan memasuki masa purna tugas tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga siap secara mental dan ekonomi untuk menjalani masa pensiun yang tetap aktif, mandiri, dan sejahtera.