Pangkas Risiko Jarak Medis, Pemkab Kotim Resmikan Jejaring Jantung Nasional dan Aplikasi SI-PENYANG
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meresmikan dua terobosan besar di bidang kesehatan pada Jumat (26/6) pagi di Rumah Jabatan Bupati Kotim. Agenda tersebut meliputi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Nasional untuk menghadirkan layanan spesialis jantung berstandar nasional di RSUD dr. Murjani Sampit, serta peluncuran aplikasi digital SI-PENYANG (Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi).
Kerja sama pengampuan ini melibatkan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta selaku koordinator nasional dan RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai pengampu regional. Bersamaan dengan penandatanganan PKS tersebut, program tindakan medis langsung intervensi non-bedah kepada pasien jantung lokal juga telah dimulai secara nyata di RSUD dr. Murjani Sampit.

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Jakarta, Dr. Haruddin, mengapresiasi gerak cepat tim medis di Sampit yang langsung bekerja menangani pasien hingga malam hari sebelum acara seremonial dimulai. Menurutnya, layanan lokal hasil kerja sama ini sangat krusial untuk memotong risiko keterlambatan penanganan medis darurat.
“Kami menyadari, perjalanan darat 4 hingga 5 jam dari Sampit ke Palangka Raya bagi penderita serangan jantung sangat melelahkan dan berisiko tinggi. Melalui jejaring ini, kami mentransfer ilmu dan keterampilan agar RSUD dr. Murjani mampu memberikan penanganan mandiri dengan standar nasional”, kata Dr. Haruddin.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menegaskan bahwa penandatanganan PKS jejaring jantung dan peluncuran aplikasi SI-PENYANG merupakan komitmen riil pemerintah daerah untuk mewujudkan keadilan pelayanan kesehatan di Kotim. Terobosan ini menggeser pendekatan kuratif ke arah promotif dan preventif melalui integrasi sistem digital.
“Peningkatan pelayanan kesehatan kelas tertinggi adalah prioritas mutlak kami. Lewat kerja sama jejaring jantung nasional ini, warga Kotim tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah. Di sisi lain, aplikasi SI-PENYANG juga hadir menyatukan alur rujukan dan koordinasi secara real-time dari tingkat bidan desa hingga rumah sakit guna menekan angka kematian ibu dan bayi. Keduanya adalah wujud nyata komitmen kami untuk melindungi nyawa seluruh masyarakat Kotim”, jelasnya.
Melalui inovasi rujukan digital ini, RSUD dr. Murjani Sampit kini resmi difungsikan sebagai Command Center (Pusat Kendali) KIA digital yang siap diintegrasikan dengan teknologi masa depan seperti Kecerdasan Buatan (AI), telemedicine, serta aplikasi SATUSEHAT Kemenkes RI.
Bupati Kotim menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenkes RI, tim RS Harapan Kita, RSUD dr. Doris Sylvanus, serta jajaran Dinkes dan RSUD dr. Murjani Sampit yang telah bersinergi mewujudkan kemandirian fasilitas kesehatan tersebut.