Habaring Hurung

Rakor Penanggulangan Darurat Karhutla & Kekeringan Kabupaten Kotim

0 0

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Penanggulangan Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan di Aula Rujab Bupati Kotim, Sampit (14/09/2026).

Dalam rakor tersebut dibahas kondisi cuaca dan potensi kekeringan berdasarkan informasi BMKG. ENSO diprediksi berada pada kondisi sangat kuat pada Agustus–Desember 2026, ditambah fase IOD positif hingga akhir tahun, yang berpotensi berdampak pada penurunan curah hujan, khususnya di wilayah Kotim pada September.

Berdasarkan prakiraan, hujan mulai berpotensi turun pada Oktober, kemudian meningkat pada November, dengan perkembangan hujan diperkirakan bergerak dari wilayah utara menuju selatan Kotim.

Kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) yang masih sangat panjang menjadi perhatian bersama dalam upaya mengantisipasi dampak kekeringan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Rakor ini krusial untuk memetakan langkah mitigasi. Dengan fenomena ENSO kuat plus IOD positif, risiko karhutla dan kekeringan di Kotim berada pada titik tertinggi, terutama di bulan September ini.

Beberapa poin penting yang perlu disikapi dari hasil rakor tersebut, diantaranya adalah:

​Sektor Pertanian & Air Bersih: Mengingat HTH masih panjang, distribusi pasokan air bersih ke pemukiman rawan perlu jadi prioritas sampai hujan turun di Oktober.

​Fokus Patroli Karhutla: Karena hujan diprediksi mulai dari utara ke selatan, wilayah Kotim bagian selatan perlu ekstra pengawasan dan siaga darurat lebih lama.

​Sinergi Lapangan: Pemkab, TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat peduli api (MPA) harus tetap solid melakukan pemadaman darat dan pemantauan titik panas (hotspot).

Melalui rakor ini, sinergi antarinstansi terus diperkuat agar langkah penanggulangan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan ditampilkan.