Habaring Hurung

Inovasi Desa Siaga Stunting dan Si Laras Jadi Strategi Kotim Tekan Angka Stunting

0 8

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memaparkan strategi mutakhir dalam mempercepat penurunan stunting dalam Penilaian Kinerja Stunting Tahun 2026 yang berlangsung Senin (27/4). Fokus utama beralih pada keberhasilan program Desa Siaga Stunting, sistem pemantauan Si Laras, serta Gerakan Orang Tua Asuh yang menjadi pilar utama intervensi di Bumi Habaring Hurung.

Pj. Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, S.H., M.Sc., mengungkapkan bahwa inovasi-inovasi ini dirancang untuk memastikan intervensi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Tiga Pilar Inovasi Utama Kotim:
Desa Siaga Stunting: Kemandirian Berbasis Masyarakat
Program ini mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat desa melalui edukasi, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan (PMT). Keunikan program ini terletak pada pengelolaan dapur gizi yang dilakukan oleh PKK setempat, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga distribusi, yang didanai secara mandiri melalui dana CSR perusahaan sekitar. Contoh keberhasilan terlihat di Desa Hanipan, di mana angka stunting dapat dikendalikan dan dijaga tetap stagnan melalui monitoring rutin setiap dua minggu.

Aplikasi Si Laras: Digitalisasi Pemantauan Real-Time
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, Pemkab Kotim meluncurkan aplikasi Si Laras. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memantau perkembangan intervensi gizi secara real-time dari tingkat desa hingga kabupaten. Dengan data yang terukur, setiap kendala di lapangan dapat segera dideteksi dan ditindaklanjuti secara tepat sasaran.

Gerakan Orang Tua Asuh & Optimalisasi CSR
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh, Pemkab Kotim membangun sinergi antara pejabat pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendampingi anak-anak yang berisiko stunting. Strategi pembiayaan dilakukan dengan membagi alokasi CSR perusahaan agar tidak menjadi beban tambahan, melainkan dialihkan secara efektif dari sektor infrastruktur ke intervensi kesehatan dan gizi.

Umar Kaderi menegaskan bahwa kolaborasi yang solid antara OPD terkait, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan PKK adalah kunci utama keberhasilan ini. Melalui momentum penilaian kinerja ini, Kotim optimistis dapat terus menekan angka stunting di Kabupaten Kotim demi menciptakan generasi masa depan Kotim yang sehat, cerdas, dan unggul.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan ditampilkan.